Integral Light
Kemarin, ketika saya masuk malem, tiba2 saya di telpon oleh sketer lapangan bahwa Captain butuh engineer untuk menjelaskan tantang HIL lampu integral dipedestal pesawat. Saya ke sana.
Captain keberatan jika terbang malam tanpa lampu itu. Kondisi lanjutan, menurut dia, jika lampu back-up, yaitu flood light, lampu yang menyorot dari atas juga mati pas lagi terbang, captein harus pakai back-up apa.
Kekhawatiran captein beralasan, soalnya jika lampu integral di pedestal itu mati, dan flood light jg mati, kemungkinan masih ada dome light, tapi dome light itu pun hanya sedikit membantu.
Ditambah pesawat terbang jarak jauh dan kondisi malam.
Yang bisa Engineer lakukan pertama adalah koordinasi. Dengan, supervisor, manajer, untuk selanjutanya dikoordinasikan dengan Control Center dan Operator. Mengingat hal ini akan berpotensial delay.
Kedua, Engineer melakkukan troubleshoot. Engineer membukan kontrol panel untuk melihat apakah ada penyebab 'fisik' yang mengakibatkan lampu tidak menyala.
Dan saat itu juga melihat lembar HIL apakah sudah ada troubleshoot sebelumnya. Dan disana penulis membaca bahwa trouble ini butuh trafo variable power yang ada di kontrol panel. Nah ini yang perlu diganti.
Setelah koordinasi dengan mereka-mereka yang perlu diinformasikan, Engineer langsung mencari spare part yang dibutuhkan.
Pada saat itu ada pesawat stanby yang sedang tidak terbang. Engineer izin untuk memaki part yang ada di pesawat tersebut dahulu agar pesawat ini bisa segera terbang.
Semua setuju. Captain setuju. Lanjut teknisi refueling, sedangkan engineer mencari sparapart yang dibutuhkan.
Jam 11 semua beres. Refueling selesai, proses boarding selesai, dan penggantian sparepart jg sudah selesai. Plus administrasi semuanya sudah selesai
Pesawat tetap delay. 30 menit. Tapi demi keamanan penerbangan hal-hal seperti ini perlu dilakukan.