10 Tahun di GMF: Sebuah Jalan Panjang yang Harus Dimaknai


 Sebuah jalan panjang,


Dimulai tahun 2015 ketika baru lulus Polinema Malang, aku ikut recruitment GMF dan alhamdulillah menjadi salah satu yang keterima.


Setelah keterima aku harus menjalani Pendidikan Basic Aircraft Maintenance selama setahun untuk mendapatkan General License(GL), sebuah lisensi dasar(basic license) yang harus dimiliki oleh setiap teknisi pesawat.


Tahun 2016, akhirnya aku memdapatkan GL dan diangkat sebagai Teknisi Perawatan Pesawat. Tahun itu jg aku masuk Production Engineering Support(PES) NG untuk fokus melakukan troubleshooting pesawat B737NG. Saya di bagian ini sampai tahun 2021


Tahun 2017 Alhamdulillah saya bisa menikah diumur saya yang masih 24 tahun.


Tahun 2018 Akhirnya aku Training B737NG. Pesawat buatan Boeing berjenis narrow body.


2019: Covid-19 melanda hampir seluruh dunia. Puncaknya di tahun 2020, semua penerbangan dihentikan. Bandara serasa ruang kosong tanpa suara. Saya sempet g bekerja selama sebulan 


Tahun 2020 saya mendapatkan AMEL B737NG. Di tahun ini jg saya Training ATR, pesawat turboprop buatan eropa.


Tahun 2021, saya masuk PES WB. Fokus troubleshooting pesawat A330


Tahun 2022, saya memperoleh AMEL ATR72/42 dan sekaligus Training A330CEO, pesawat produksi airbus.


Tahun 2023 Masuk Line Maintenance di apron CGK untuk handling pesawat Garuda Indonesia, menjadi Certifying Staff holder GMF dan memperoleh Garuda Indonesia Authorization


2024: Alhamdulillah jadi Aircraft Maintenance Engineer setelah 8 tahun sebagai teknisi.


2025: Memperoleh AMEL A330

Viral